TARI TRADISIONAL: Penari angklung Wonosobo |
Suasana sore yang dingin dihangatkan oleh indahnya ansembe angklung serta lenggak-lenggok penarinya. Senyuman para penari serta wajah yang elok muncul seakan-akan menyapa pengunjung. Ratusan pengunjung serta para pengaman jalan pun terpukau dengan lenggak-lenggoknya. Mereka akan mengikuti karnaval untuk meramaikan haflah.
Lenggokan penari pun kian hangat ketika alunan musik angklung mulai dimainkan. Terlebih lagi ketika musik angklung membawa musik dangdut Terajana yang kemudian mengundang penonton untuk sejenak mendengar dan melihat penari. Kelima penari berjalan lalu diiringi oleh musik angklung.
Adalah Tari salah satu penari Angklung yang mengaku, tarian angklung merupakan iringan untuk menghibur pengunjung. Sebab, lenggokan penari mengikuti irama lagu yang dimainkan. “Gerakan kami menyesuaikan dengan musik. Tergantung jenis musiknya, tetapi ada gerakan dasarnya,” ungkapnya di sela-slea istirahat.
Ia bersama dengan ke lima temannya itu sudah terbiasa menjadi pelenggkap dalam musik angklung. Karena, persiapannya sudah dilakukan jauh hari sebelum pentas. “Sebelumnya kami sudah rutin latihan,” tuturnya.
Tiga tarian lain ditampilkan dengan tak kalah memukaunya oleh kelima penari cantik tersebut. Mulai dari drum band yang dibawakan anak-anak MI Maarif Larangan Lor Garung serta grub liong dan grub musik lainnya. “Kami ikut serta meramaikan haflah dengan menampilkan drum band Baitushofa Larangan. Mereka mampu menghibur pengunjung,” ucap Ubaidillah Faqih pendamping drum band MI Maarif Larangan. (Red-HW10/Foto: FJ/Harian Wonosobo).
0 komentar:
Post a Comment