Suasana evakuasi |
Pantauan Harian Wonosobo, ratusan warga Sayangan, beserta pengandara yang lewat jalan tersebut langsung menyaksikan tabkrakan maut itu. Apalagi setelah disaksikan isi kepala korban yang berceceran dijalan. Darah mengalir deras dijalanan, hingga akhirnya membuat teriakan para warga yang menyaksikan. Polisi langsung mendatangi lokasi, hingga akhirnya ambulan dari PKU Muhammadiyah datang dan membawa jasad korban. “Tadi hendak menyalip bus, tapi datang tronton dari arah barat. Dia Anton warga asli Klilin,” ucap Satrio pria yang membonceng dan masih terselamatkan, Kamis (24/9/2015).
Tak lama kemudian Atrio langsung dilarkan ke PKU. Nampak, wajah Satrio tampak pucat, kakinya berdarah. Hanya beberapa kata yang bisa diucapkan dengan lemas. Karena, Ia adalah orang yang berboncengan dengan Anton. “Saya tadi berboncengan dengan Anto,” tuturnya lirih.
Peristiwa naas itu bermula ketika Anton melaju kencang dari arah timur Kertek. Korban mencoba untuk menyalip bus yang ada didepannya. Namun, kecepat bus tak bisa dikejar, hingga akhirnya ada tronton bermuatan aqua melaju dari arah barat. “Jadi saya itu sedang nyopir, kemudian kendaraannya melaju kencang hendak menyalip bus. Tiba-tiba dipertengahan tidak bisa mengejar hingga akhirnya masuk kedalam ban,” kata Ponco sopir Tronton asal Tembelang.
Ia mengaku sudah mencoba menancabkan rem sekuat mungkin. Bahkan, sudah sampai berdiri karena mencoba menahan rem agar tidak mengenai kendaraan. Namun, kecepatan kendaraannya tak bisa diantisipasi, hingga akhirnya terjadi musibah. “Saya sudah mencoba menahan rem sampai berdiri, tapi sudah tak bisa lagi,” tuturnya. (Red-HW33/Foto: Harian Wonosobo).
0 komentar:
Post a Comment