Perangkat desa dan pemuda sedang mengecek lapangan yang akan dibangun, Senin (21/3). |
Menurut Wagiman, bergantinya fungsi lapangan lama menjadi embung tak lepas dari rencana pemerintah desa untuk membuat sebuah kawasan agrowisata baru. “Lipursari ini memiliki potensi di beberapa sektor, seperti pariwisata, perkebunan maupun pertanian,” urai Wagiman. Dibukanya Embung, menurut Wagiman akan diikuti dengan pembukaan area agrowisata buah yang kelak diproyeksikan mampu menampung ratusan jenis tanaman buah-buahan khas daerah tropis. Agrowisata tersebut, dikatakan Wagiman bakal menunjang keberadaan puncak Gunung Beser, yang akhir-akhir ini mulai menjadi tujuan para penggemar wisata alam. “Singkatnya, adalah kami tetap berupaya mengakomodasi apa yang menjadi keinginan warga desa, termasuk para pemudanya, dan rencana pemerintah desa juga bisa tetap berlanjut,” tandas Wagiman.
Tanggapan positif pemerintah desa terhadap keinginan kaum muda Lipursari, diakui salah satu tokoh pemuda, Zuhair sangat melegakan. “Adanya lapangan ini tentu saja menjadi keinginan bersama, tak hanya bagi para pemuda tapi juga anak-anak yang membutuhkan lahan permainan nan representatif,” tutur Zuhair. Menurutnya, pihak desa dinilai bijak dengan mengalihfungsikan tanah kas desa yang sebelumnya merupakan bengkok bagi Sekretaris Desa untuk lapangan olahraga. Kami berharap, dengan telah dibangunnya lapangan, kelak bakat-bakat para pemuda desa Lipursari juga akan tersalurkan dengan baik. “Syukur-syukur kelak ada yang bisa menorehkan prestasi di bidang yang menjadi minatnya,” pungkas Zuhair. (HW/99/Usy Yudha/Harianwonosobo).
pembukaan lapangan sudah dari dulu dan sudah ada perbaikan bebarapa kale karna tidak ada pondasi selalu lonsor, dan saat ini beritanya bukan pembukaan lapangan baru melainkan PERBAIKAN KEMBALI
ReplyDelete