Pagi sekitar pukul 08.00 WIB depan kantor Kecamatan Mojotengah sedikit berbeda dengan hari-hari biasanya. Karena, didepan kantor dipenuhi oleh puluhan anggota kelompok tani se Kecamatan Mojotengah. Mereka dengan rapi memamerkan hasil pertanian organik yang sudah dikembangkan di Mojotengah. Beraneka ragam pertanian organik yang dikembangkan, mulai dari padi, hortikultura sayuran dan buah (contohnya: brokoli, kubis merah, jeruk, dll.), tanaman perkebunan (kopi, teh, kelapa.), dan rempah-rempah serta beberapa jenis tananam pertanian. Semua sayuran dan aneka hasil pertanian yang dipamerkan, bebas dari bahan kimia sintesis.
“Ini adalah pameran pertanian organik yang pertama kali digelar, kami ingin agar petani itu terdorong untuk mengembangkan sistem budi daya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Selama ini, banyak sekali petani yang tergantung dengan bahan kimia sintesis, padahal sangat membahayakan bagi kesehatan, baik manusia maupun tanahnya,” tutur Kamil Ketua KTNA Kecamatan Mojotengah disela-sela mengikuti proses pameran pertanian organik, Jumat (5/2/2016).
Untuk mengajak petani mengembangkan budi daya pertanian organik sangatlah tidak mudah. Karena, butuh proses panjang, dengan berbagai agenda kegiatan, baik pameran pertanian organik atau sejenisnya.
“Sebenarnya sudah cukup banyak kelompok tani di Mojotengah yang mulai membudidayakan pertaniannya dengan bahan-bahan alami. Sehingga, kami ingin membuktikan hasilnya, dengan cara pameran hasil pertanian organik,”tuturnya.
Pengolahan pertanian organik, kata Kamil didasarkan pada prinsip kesehatan, ekologi, keadilan, dan perlindungan. Prinsip kesehatan dalam pertanian organik adalah kegiatan pertanian harus memperhatikan kelestarian dan peningkatan kesehatan tanah, tanaman, hewan, bumi, dan manusia sebagai satu kesatuan karena semua komponen tersebut saling berhubungan dan tidak terpisahkan.
“Jangan sampai karena terlalu banyak bahan kimia, maka kesuburan tanah akan berkurang. Selain itu, hasil pertanian yang dikonsumsi juga tidak menyehatkan. Karena, pertanian organik itu adalah cara yang tepat agar hasil pertanian menyehatkan,”tuturnya.
Pameran pertanian organik di depan Kecamatan Mojotengah mampu membuat penasaran para pelaku di instansi pertanian. Karena, pameran tersebut dikunjungi langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Ir. Abdul Munir beserta anggotanya. Bahkan, beberapa pelajar juga ikut menyaksikan pameran pertanian organik.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Ir. Abdul Munir memberikan apresiasi kepada KTNA Kecamatan Mojotengah. Karena, sudah memilki inisiatif untuk mengembangkan pola pertanian organik.
“Semoga saja ini bisa menjadi contoh kelompok tani lainnya untuk mengembangkan pertanian organik. Supaya, kesehatan tanah serta kesuburannya tetap terjaga,”tuturnya. (Red-HW99/Foto: Jam-Harian Wonosobo).
0 komentar:
Post a Comment